Refleksi Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara Ke-450

Ada yang berbeda dengan perayaan Hari Jadi Banjarnegara ke-450, 26 Februari 2021.  Kemeriahan yang lazimnya mengiringi perhelatan tahun-tahun sebelumnya tak terasa lagi.  Banyak kegiatan dipangkas lantaran pandemi covid-19.  Pembatasan aktivitas sosial menyebabkan rangkaian acara mesti dilakukan secara virtual.   Memang, acara tak terlalu beragam, namun tetap mendalam.

Baca juga: https://diksiklasik.com/memaknai-ulang-sejarah-hari-jadi-banjarnegara/

Dengan spirit 450 hari jadi kabupaten Banjarengara, kerja semangat, ekonomi meningkat, keluarga sehat bahagia.  Itulah tema yang diusung tahun ini.  Diselenggarakan selama dua hari, tanggal 25 – 26 februari 2021.

Sejalan dengan tema tersebut, pada tanggal 25 Februari 2021, pukul 09.00 WIB dilaksanakan talkshow yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi kabupaten Banjarnegara.  Acara ini melibatkan Bupati Banjarnegara, Kepala BPS dan Kepala Dinkominfo Kabupaten Banjarnegara, Insan Pers dan Masyarakat Indonesia.

Puncak Acara pada tanggal 26 Februari 2021, dilaksanakan pada malam hari pukul 19.45 dalam untaian acara Doa Bersama dan Malam Tasyakuran Peringatan Hari Jadi Banjarengara ke-450 tahun secara virtual.

Malam Puncak

Kesakralan malam puncak ditandai dengan butir-butir agenda yang disiapkan secara rapi oleh panitia.  Keseluruhan agenda berlangsung cukup singkat, sekitar dua setengah jam.  Mengambil tempat di Pendopo Dipayuda Adigraha, dihadiri oleh bupati dan wakilnya, bupati dan wakil bupati terdahulu, forkompinda, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dipandu oleh Afton Bewok dan Desinta sebagai MC, acara berjalan sumringah.  Pembuka yang tidak bertele-tele dilanjutkan lantunan ayat suci Al Quran surat Al Baqarah ayat 155 dan surat Ibrahim ayat 7.

Dan kami pasti akan menguji kamu dengan suatu ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan.  Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. QS. Al Baqarah: 155.

Dan ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya aza-Ku sangat pedih”.  QS. Ibrahim: 7

Suara merdu sang qori, Masitoh dan saritilawah yang menggugah, Istinganah seakan menghujamkan makna bacaan ke dalam jiwa.  Tak hanya bagi hadirin di pendopo, saya sempat membaca komentar viewer yang mengatakan betapa terharunya ketika ayat-ayat suci tersebut digemakan.

Belum hilang getar di dada, bahkan beberapa pasang mata masih berkaca-kaca, acara dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh H. Agus Suryo Suripto, S.Ag. MH, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Banjarnegara.

Meski pandemi, kita mesti melangitkan doa tiada henti.  Memupuk harapan di atas prahara apapun.  Mimpi tentang Banjarnegara bermartabat sejahtera tak boleh putus.  Dan itu ditopang oleh kerja semangat sehingga ekonomi meningkat.  Indikasinya, keluarga sehat bahagia.

Penting pula diingatkan bahwa Banjarnegara dengan segala keunikannya memiliki potensi besar untuk peningkatan ekonomi dari berbagai sektor.  Untuk itu, pada malam puncak tersebut, ditayangkan video dengan tajuk, Banjarnegara dalam Dua Setengah Menit.  Menampilkan potensi sektor ekonomi, pertanian, perikanan, dan perkebunan.  Keindahan alam, termasuk Dieng, Karang Gumantung turut menguatkan sektor pariwisata.  Terselip di dua setengah menit itu, beberapa tarian dan makanan serta minuman khas Banjarnegara.

Sesungguhnya Banjarnegara kaya jika semua potensi itu dikembangkan secara optimal.  Menyokong peningkatan ekonomi, Bupati Banjarnegara dari awal pemerintahannya telah mencanangkan program Jamu Ibu.  Sebuah akronim yang bermakna Jalan Mulus, Indah Berbunga.  Diharapkan, selain peningkatan kesejahteraan masyarakat, Banjarnegara gilar-gilar, sejuk segar juga terwujud.

Keseluruhan program pemerintah hanya akan tercapai jika seluruh elemen masyarakat bersatu padu membangun wilayah ini.  Sebagai simbol perjuangan demi Banjarnegara sejahtera pada sesi berikutnya ditampilkan Pagelaran Tari Laga Juang Bumiku dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.  Lima penari putri, tiga penari putra dengan gerakan gemulai namun berenergi memainkan perannya masing-masing.

Setelah para penari meninggalkan arena laga, kekosongan diisi acara Santunan Anak Yatim.  Beberapa perwakilan yang telah ditunjuk turut bergabung untuk menerima santunan.   Sebagai bentuk rasa syukur, selain berbagi dengan mereka yang membutuhkan, disuguhkan pula tumpeng dengan segala kelengkapannya.

Representasi hubungan baik dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia ini dilanjutkan dengan penayangan video selamat dari berbagai elemen masyarakat.  Wiranegara seorang artis yang memulai karirnya dari audisi stand up comedy di salah satu saluran televisi nasional, Tarmin Ngaklak seorang youtuber.  Ada Kopda Rifai, Anggun Saptono yang tergabung dalam United Nation.   Beberapa yang lain adalah pedagang asongan, tukang sapu jalan dan lain-lain.

Bukan hanya untuk Banjarnegara, ucapan selamat juga berlaku bagi para pemenang lomba K3.  Unsur penilaian meliputi kebersihan, keindahan, dan kerapihan.  Lomba ini dilaksanakan bulan Agustus tahun sebelumnya.

Dibacakan oleh pemandu acara pemenang dari berbagai kategori yaitu:  Kategori Kantor Kecamatan, dengan nilai 309 disabet oleh Kecamatan Pagedongan.  Kategori Sektor Kepolisian dimenangkan polsek Pejawaran dengan nilai 306.  Pada kategori Distrik Militer, Koramil Batur berhasil mengumpulkan nilai sebanyak 304.  Kategori Puskesmas, dengan nilai 312 sukses diraih oleh Puskesmas Karangkobar.  Nilai tertinggi dicapai KUA Pejawaran yaitu 314.

Muhasabah

Setelah segala gempita yang digelar di pendopo, saatnya seluruh hadirin baik langsung maupun yang menonton dari rumah, untuk secara takzim mengikuti ceramah dai kondang, Gus Miftah dari Yogyakarta.

Beliau membuka waktunya dengan mengisahkan beberapa kejadian di Indonesia setahun terakhir sebagai bahan muhasabah diri.  Jatuhnya Sriwijaya Air, longsor di Sumedang, gempa Sulawesi, banjir Kalimantan, Merapi dan Raung yang meletus, banjir Manado juga Indramayu.  Kejadian yang bertubi-tubi tersebut menurut Gus Miftah adalah kehendak Allah.  Bahwa musibah bisa datang dari mana saja, kematian bisa terjadi oleh sebab apapun, tak hanya covid-19.

Peristiwa demi peristiwa yang mengiris jiwa kemanusiaan kita memberi sebuah pelajaran.  Yang mesti kita kuatkan bukan hanya imun, lebih penting adalah iman.  Karena ajal bisa datang sewaktu-waktu, tak menunggu taubat manusia.

Beliau memberi nasihat untuk tetap berfokus pada Allah karena musibah apapun datang karena kehendak Allah.  Dianalogikan seekor anjing yang dilempar batu, yang dikejar batunya bukan pelempar.  Maka manusia yang memiliki akal mestinya berpikir.  Allah yang menetapkan segala kejadian di muka bumi ini yang mestinya kita perhatikan, bukan masalahnya.  Seburuk apapun dampak covid-19, jangan sampai meluruhkan iman.  Muslim mesti mengambil sikap di tengah.  Antara sembrono dan parno yaitu zona waspada.  Sebagai refleksi, kembali Gus Miftah mengingatkan yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran manusia bahwa musibah ini atas kehendak Allah.  Maka ketuklah pintu langit karena yang ter-lockdown buminya.

Lebih baik menjadi pribadi yang terus bersyukur, yang jika ditimpa musibah mengucap “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un”

Kepada Bupati Banjarnegara secara khusus Sang Dai menyampaikan bahwa Bupati boleh lelah, tapi tak boleh menyerah.  Sesi beliau diakhiri dengan doa untuk Banjarnegara selamat dari segala bahaya, bermartabat dan sejahtera.

Penutup

Menutup acara malam puncak perayaan hari jadi secara berurutan yaitu penayangan musik religi yang dibawakan oleh Kelompok Rebana Al Barqy  yang melagukan tentang Rasulullah Muhammad SAW.

Untuk mengendurkan syaraf dari kekhyusukan ditampilkan tarian Warok dari Kelompok Kesenian Krido Satria Kencana, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan.  Terakhir, sebagai apresiasi terhadap vlogger Banjarnegara yang turut menyuburkan digitalisme sesuai dengan eranya, disajikan video dari beberapa vlogger.  Diantaranya tentang Kampung Gagot, Desa Wisata Edukasi yang digagas Kang Arul sebagai pemilik.  Kemudian vlog tentang makna di sejarah di balik Kawah Candradimuka.  Ditutup dengan menarasikan peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Banjarnegara selama pemerintahan bupati saat ini.

Agenda demi agenda dilangsungkan dengan kepadatan makna minim hura-hura.  Sehingga, sekalipun berbeda dari tahun sebelumnya, banyak hikmah yang dapat kita raup.  Segala bentuk refleksi malam puncak perayaan akan lebih berarti jika mampu mengubah diri menjadi lebih baik, untuk Banjarnegara yang lebih matang di masa mendatang.

 

Sumber:

Channel Youtube Banjarnegara Kab

 

Comment