by

3 Hal Ini Bakal Terjadi jika Air Laut Tidak Asin

Tuhan tidak menciptakan sesuatupun dengan sia-sia.  Termasuk air laut yang dibuat asin.  Kita mungkin bertanya-tanya dari mana asal rasa asin tersebut.  Bagaimana jika air laut tidak asin?  Tentu ada hikmah di balik apa yang telah Tuhan tuliskan.

Asal Rasa Asin Air Laut

Asin laut bukan sebab kucuran keringat ikan.  Bukan pula saking banyaknya kencing hiu.  Dari banyak penelitian, disimpulkan bahwa asin laut berasal dari kandungan garam di dalamnya.  Garam laut punya kaitan erat dengan siklus hidrologi.  Secara lengkap, inilah asal muasal kandungan garam di lautan yang berkontribusi memberi rasa asin.

  1. Pada saat terjadi hujan, karbondioksida di udara terbawa air dan membawa keasaman. Keasaman air hujan ini bersifat korosif atau dapat merusak pada benda-benda yang dikenainya.  Air hujan yang bersifat asam ini mampu mengikis ion dan mineral pada batuan dan tanah yang dilewati.   Ion dan mineral ini mengalir bersama air lalu bermuara di lautan.
  2. Pada saat terjadi penguapan air laut ke udara dalam siklus hidrologi, mineral tetap tinggal, membentuk larutan garam yang asin.
  3. Pelepasan garam bukan hanya berasal dari batuan yang terkikis air hujan. Aktivitas gunung api di dasar laut mampu melepaskan material.  Batu panas akan bereaksi dengan air dan melepaskan garam mineral yang terlarut ke laut.

Jika Laut Tidak Asin

Air laut yang asin dan air tawar memiliki karakter berbeda.  Air laut lebih pekat dibanding air tawar.  Uniknya, meski sama-sama air, keduanya tidak bersatu saat berdekatan.  Seperti ada dinding pemisah antara keduanya. Hal ini telah dijelaskan dalam Al Quran.

QS. Al Furqoon (25:53)

 “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al Furqon, 25: 53). 

       Karena perbedaan sifat air tawar dan air asin, mari kita lihat, apa yang terjadi jika air laut tidak asin!

  1. Jika tidak asin, laut akan cepat membeku

Zat pelarut akan mengalami penurunan titik beku jika ke dalamnya ditambahkan senyawa.  Maka air laut yang merupakan larutan air garam memiliki titik beku lebih rendah daripada pelarut murninya.  Akibatnya, ketika suhu mencapai 0 C (titik beku air murni), air laut tidak membeku.

Bayangkan jika lautan di bumi ini membeku pada musim dingin!  Apa jadinya dengan makhluk hidup yang ada di dalamnya?

  1. Kalau tidak asin, air laut cepat menguap

Sinar matahari akan menguapkan air laut.  Namun karena berupa larutan yang pekat, air laut sulit menguap. Bicara soal titik didih, larutan garam dalam laut memiliki titik didih lebih tinggi ketimbang air tawar.  Untuk membuktikannya, Anda dapat melakukan percobaan.  Rebuslah dua panci berisi air.  Masukkan garam ke salah satu panci.  Perhatikan, mana dulu yang mendidih!  Panci mana yang airnya lekas habis.

Pada saat menguap, beberapa mineral akan tetap tinggal, tergantung tingkat keasamannya.  Prinsip ini juga yang dimanfaatkan petani garam untuk memanen endapan garam yang tertinggal ketika air menguap.

Dari fenomena itu dapat kita pahami, jika air laut tawar, penguapan akan lebih banyak.  Bagaimana jika itu terjadi ratusan bahkan ribuan tahun?

  1. Kalau tidak asin, makhluk hidup di laut bisa mati

Ini berhubungan dengan osmosis sebagai bagian dari adaptasi makhluk air laut yang asin dan makhluk hidup di air tawar.  Osmosis merupakan peristiwa berpindahnya partikel pelarut dari larutan encer ke larutan pekat melalui selaput semipermiabel.  Selaput yang hanya dapat dilalui pelarut, bukan zat terlarut.

Air laut banyak yang masuk ke dalam tubuh ikan.  Untuk menjaga keseimbangan, air  tersebut perlu dikeluarkan.   Mengeluarkan cairan encer dari tubuh ikan ke cairan pekat lautan. Maka adaptasi ikan laut adalah sedikit minum namun banyak mengeluarkan kencing.

Makhluk laut telah beradaptasi sedemikian rupa untuk keberlangsungan hidupnya.  Maka jika air laut menjadi tawar dan tidak asin lagi peristiwa osmosis akan terbalik.  Banyak makhluk yang akan mati.

 

Penutup

Terjadinya fenomena air asin maupun tawar adalah Sunatullah.  Segala yang ditetapkan memiliki hikmah, manfaat, dan nilainya sendiri.  Dan semua itu telah disediakan untuk kemakmuran manusia.

Berusaha membaca salah satu ayat kauniyah ini merupakan kewajiban.  Dengan mengetahui rahasia dibalik ciptaan Allah Azza wa Jala, diharapkan kita akan lebih bersyukur.

Comment