Administrasi Publik: Ilmu atau Seni?

Administrasi publik sebagai suatu proses kerja sama untuk kepentingan publik tumbuh seiring peradaban manusia.  Kegiatan ini bergerak secara dinamis mengikuti perkembangan sosial.  Maka penting untuk menelisik administrasi publik: ilmu atau seni?

Baik sebagai ilmu maupun seni, administrasi publik memiliki makna yang sangat luas.  Merupakan suatu proses yang dibangun oleh tiga unsur: keterlibatan dua orang atau lebih, kerja sama di berbagai aspek kehidupan, serta adanya tujuan yang jelas.

unsur administrasi
3 unsur adminsitrasi

Apa itu administrasi publik?

Banyak ahli yang menelaah tentang administrasi publik.  Tercatat tiga perspektif administrasi publik, yaitu:

  1. Administrasi publik merupakan kegiatan eksekutif negara yang berfungsi mengatur pelaksanaan hukum dan sebagai sarana merealisasikan nilai-nilai politik;
  2. Administrasi publik dipandang sebagai seluruh aktivitas dari pemerintah yang meliputi lembaga eksekutif, legislative, dan yudikatif;
  3. Administrasi publik baru yang menolak pemikiran kuno. Lebih jauh, pandangan kaum muda ini memutuskan bahwa administrasi publik versi baru harus membawa perubahan sosial yang berproses dari demokratisasi pemerintahan;

Dari ketiga perspektif di atas, didapat hal yang sangat mendasar.  Administrasi publik bergerak dari lingkup sempit yaitu lembaga eksekutif.  Secara bertahap dan dinamis, administrasi sebagai bentuk kerja sama yang dilakukan dua orang atau lebih mampu diterjemahkan ke ranah yang lebih luas secara kuantitas dan kualitas.

Administrasi publik menjadi aktivitas yang menggeneralisasikan seluruh sumber daya manusia dan alam.  Tujuannya tentu saja untuk kepentingan umat manusia itu sendiri.  Baik secara kemasyarakatan maupun individu.

Ilmu atau Seni?

Sifatnya yang universal dan fungsional, administrasi negara dapat dimaknai sebagai ilmu atau seni.  Tak ada yang lebih dominan dari pemahaman ilmu atau seni beradministrasi.  Keduanya mempunyai dasar untuk sama-sama diakui.

Menelisik administrasi publik: ilmu atau seni bertujuan lebih mendalami hakikat administrasi publik.  Yaitu, aplikasi dalam kehidupan nyata dalam mengelola segala informasi, kekuatan, dan kemampuan yang ada secara tertib untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Namun begitu, perlu disimak, bagaimana administrasi publik memiliki predikat ganda.  Sebagai ilmu dan seni.

Sebagaimana disampaikan The Liang Gie dan Soetarto (1978:36-41) syarat yang mengukuhkan administrasi publik sebagai ilmu adalah:

  1. Administrasi publik adalah akumulasi pengetahuan yang tertib;
  2. Konsep administrasi publik telah terbukti kebenarannya;
  3. Administrasi publik dikembangkan dengan metode ilmiah.

Sudah sangat kuat bukti bahwa administrasi publik berdiri sebagai disiplin ilmu, memiliki teori-teori utama serta secara terbuka dapat dipelajari dengan baik.  Lalu, anggapan bahwa administrasi publik jauh dari kriteria seni, sama sekali tidak berdasar.  Mari kita buktikan bahwa unsur seni pada administrasi publik adalah sesuatu yang hidup.

Administrasi publik telah melewati banyak fase dalam perkembangannya.  Sebagai suatu aktivitas, sejak manusia mulai menjalankan hidup tertib administrasi serta melakukan langkah-langkah manajemen, berarti mereka telah menjalankan administrasi publik sebagai seni.  Yaitu bagaimana mepraktikkan administrasi dalam kehidupan sehari-hari, manajemen administrasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Penutup

Administrasi dipandang sebagai ilmu jika ditelaah dari sisi ilmiah.  Saat administrasi publik memenuhi fungsinya secara praktis untuk menyelesaikan banyak permasalahan, administrasi publik dapat dikategorikan sebagai seni.

Maka disimpulkan bahwa administrasi publik merupakan ilmu dan seni.  Keduanya berdampingan dan saling membangun dalam pencapaian visi dan misi suatu organisasi, tim, atau bahkan birokrasi pemerintahan.

sumber:

 

Comment