by

Jurnal Ramadhan, Untuk Ramadhan Lebih Baik

Jurnal merupakan catatan harian atau kegiatan yang ditulis ke dalam buku berdasarkan urutan waktu.  Tidak ada standar baku dalam pembuatan jurnal harian.  Setiap aktivitas di hari tertentu dapat ditulis pada lembar yang sama.  Dapat juga dibuat tabel untuk setiap jenis kegiatan dalam satu bulan atau tahun.

Jurnal Ramadhan dibuat dalam satu bulan.  Di dalamnya terdapat tabel surat Al Quran yang dibaca, daftar doa yang harus dihafal, catatan tentang persiapan buka puasa, serba-serbi ketika makan sahur, daftar sholat tarawih yang diikuti, judul kultum yang diikuti beserta rangkumannya, dan lain-lain.

Manfaat Jurnal Ramadhan

Sesuai artinya, jurnal dibuat untuk mencatat semua kegiatan yang dilakukan setiap hari selama bulan Ramadhan.  Dengan begitu, kita tahu pencapaian-pencapaian kita setiap hari.  Ini sebagai pengingat untuk melakukan setiap hal lebih baik dari hari, bulan, atau tahun berikutnya. Secara lebih terinci, simak, yuk, manfaat urnal Ramadhan berikut ini!

  1. Merekam setiap aktivitas penting dalam sehari

Manusia tempatnya lupa.  Mencatat dapat membantu ingatan kita.  Misalnya, surat Al Quran yang telah dihafalkan kemarin sudah baik atau belum, perlu kita ulang atau tidak.  Atau mungkin kita ingin tahu perkembangan latihan puasa balita kita.  Kemarin puasa sampai bedug zuhur, hari berikutnya diahrapkan bisa lebih.  Jika tercatat rapi dalam jurnal harian, ini akan membuat kita lebih bersemangat membuat target.

  1. Menajamkan daya pikir

Banyak sekali aktivitas, pikiran, dan perasaan yang terjadi dalam satu hari.  Menuliskannya secara urut mempermudah kita memahami setiap kejadian berdasarkan kronologi waktu.  Ketika semua tercatat rapi, kita dapat mengetahui pola kegiatan yang terjadi.

Sebagai contoh, seorang ibu dengan anak balita yang tengah dilatih puasa.  Sejak sahur, kita sudah memikirkan bagaimana membangunkannya juga anggota keluarga lain, makanan apa yang kita siapkan.  Apakah makanan yang kita suguhkan hari ini mampu menggugah si kecil atau sebaliknya sehingga asupan gizinya terganggu?

Dalam hal lain misalnya, apakah hari ini ayat yang dibaca lebih sedikit karena kita buka puasa berlebih atau mungkin karena lupa belum minum kopi.  Nah, pola-pola ini dapat dipelajari dan dapat mempertajam analisis kita untuk mengambil keputusan lebih baik.

  1. Menyehatkan badan

Jurnal tak melulu berisi daftar dalam kolom-kolom.  Dalam buku harian alangkah baiknya disediakan juga tiga puluh lembar untuk menuliskan apa saja yang kita alami.  Menguraikan peristiwa yang terjadi dipercaya mampu mengurangi beban otak.  Kelelahan fisik akibat menahan makan minum seharian saja butuh pemulihan.  Belum lagi hal-hal lain yang kita pikirkan.  Maka, menulis dalam jurnal ini membuat pikiran kita menjadi ringan.

 

  1. Manfaat jurnal bagi anak-anak tak kalah banyak

  • Anak-anak akan belajar mengenali diri.

Mampu memahami makanan kesukaannya saat buka puasa, memahami kemampuan menghafalnya, memahami kapan anak dilanda kantuk berat, lalu bagaimana mengatasi agar anak bangun pagi.

  • Jurnal membuat puasa lebih bersemangat

Anak-anak yang terbiasa mencatat apa yang dilakukannya akan merasa senang, apalagi mereka dapat berkreasi dalam buku harian tersebut sesuai keinginannya.

  • Ajang kreasi dan olah pikir anak

Selain ajang berkreasi, jurnal harian adalah upaya orang tua untuk melatih daya pikir anak.  Melalui kegaitan ini, anak belajar mengurutkan kejadian, membaca tabel, dan menulis peristiwa sehari-hari.

Apa Saja Yang Ditulis Dalam Jurnal?

Daftar berikut bisa jadi rujukan untuk membuat jurnal Ramadhan.  Namun begitu, kita dapat mengurangi atau menambah sesuai kebutuhan dan budaya di keluarga masing-masing.

  1. Daftar target atau keinginan yang ingin dicapai selama Ramadhan;
  2. Daftar sholat yang diikuti selama Ramadhan. Shalat atau tidak, berjamaah atau tidak;
  3. Ayat Al Quran yang dibaca setiap hari;
  4. Target ibadah, target sedekah;
  5. Daftar kajian yang diikuti beserta ringkasan materinya;
  6. Tantangan menulis pengalaman setiap hari selama Ramadhan;
  7. Review bacaan selama Ramadhan;
  8. Menu buka atau sahur selama Ramadhan;
  9. Kegiatan sosial yang dilasanakan selama Ramadhan;
  10. Review Ramadhan mingguan, sepuluh harian, dan akhir bulan

Mungkin butuh tulisan tersendiri untuk memberikan gambaran jelas mengenai bentuk dan kreasi jurnal Ramadhan.  Ayah Bunda juga bisa mencari sendiri di internet dengan kata kunci, jurnal ramadhan.  Jurnal-jurnal tersebut juga bisa diunduh secara gratis.

Cara Membuat

Untuk anak SD atau SMP, biasanya ada Buku Kegiatan Bulan Ramadhan yang disediakan sekolah dalam versi cetak.  Buku tersebut memuat tabel-tabel kegiatan selama Ramadhan secara lengkap.  Orang tua tinggal menandatangani kegiatan yang sudah dilakukan dan tercatat pada buku tersebut.

Namun, bagi Ayah Bunda atau balita kita yang belum memiliki buku tersebut tak perlu khawatir.  Kita bisa buat sendiri kok.  Ada beberapa cara yang dapat dicoba sebagai berikut:

  1. Ayah Bunda yang senang berkreasi, cukup siapkan saja satu buku khusus, boleh buku tulis atau buku harian yang banyak dijual di toko-toko ATK. Tabel kita buat sendiri dan bisa kita kreasikan sesuai kebutuhan. Agar kegaitan ini lebih menyenangkan, libatkan anak ketika menulis jurnal.  Untuk membuatnya jadi indah.  Kita boleh menggambar, menempel stiker, atau menghiasnya dengan tulisan-tulisan penyemangat. Jurnal seperti ini sering kita sebut sebagai bullet jurnal.
  2. Ayah Bunda atau Bapak Ibu guru dapat membuat jurnal elektronik atau E-journal seperti membuat google class room misalnya. Pertanyaan atau daftar isian disesuaikan sesuai kebutuhan.  Kita tinggal membagi link tersebut untuk diisi anak/siswa.
  3. Bagi Anda yang memiliki kemampuan membuat aplikasi jurnal harian, cara ini tentu lebih praktis.

Penutup

Pada dasarnya, jurnal dibuat untuk merekam apa yang kita lakukan.  Catatan tersebut seyogyanya mampu memberi kita informasi, menguatkan ingatan tentang perjalanan kita yang telah lalu sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan atau kebijakan di waktu mendatang.

Manfaat jurnal didapat bukan lantaran seberapa unik catatan kita, seberapa mahal buku harian yang digunakan, seberapa canggih perangkat atau teknologi yang diaplikasikan.  Ramadhan yang bermakna lebih dari segala cara di atas.  Jangan sampai kita berfokus pada jurnal dan tulisan, sampai kita lupa esensi dari ibadah yang kita lakukan.  Jurnal Ramadhan hanyalah wadah bukan isi.  Wadah akan berfungsi jika dikelola dengan baik.

 

 

Comment