by

Manfaat Menulis Jurnal Harian dan Contohnya

Menuangkan unek-unek melalui jurnal harian sungguh melegakan.  Manfaat menulis jurnal harian dan contohnya berikut bisa kita terapkan.  Bentuknya bebas dan tidak terikat.  Hal terpenting adalah, kita bersikap jujur.

Kita tidak butuh penilaian mengenai tata bahasa maupun panjang pendeknya tulisan.  Karena fokus kita ketika menulis adalah mampu menguraikan kebuntuan pikiran, mengeluarkan perasaan yang menyesakkan, serta emosi-emosi yang seringkali menyandera hidup kita.

Jurnal Harian dan Manfaatnya

Jurnal Harian merupakan catatan harian seseorang yang berisi berbagai macam jenis tulisan bebas.  Bisa berupa curahan hati, coretan-coretan tentang pikiran, maupun rencana-rencana serius yang akan dilaksanakan, serta kegiatan-kegiatan yang berlangsung pada suatu hari.

Banyak manfaat yang kita dapat dari menulis jurnal harian.  Diantaranya, memulai kebiasaan menulis dan mengagendakan aktivitas sehari-hari, membiasakan diri mengeluarkan unek-unek sehingga tidak mengganggu mental, menguraikan pikiran untuk mencari solusi, minimal kelegaan.  Membebaskan perasaan yang membelenggu jiwa.

Menulis membebaskan perasaan yang membelenggu

baca juga:  https://diksiklasik.com/terapi-menulis-atasi-stres-kala-pandemi/

Kita boleh mencobanya.  Menulislah secara bebas.  Berikut contoh jurnal harian yang saya tulis saat pandemi covid-19.

Belajar Lagi Karena Pandemi

Perjumpaan umat manusia dengan makhluk baru bernama corona sedikit banyak telah mengubah pola pikir, pola komunikasi, dan mungkin kepribadian.

Orang-orang yang tadinya santai mendadak cemas berlebihan.  Orang-orang dengan mobilitas tinggi mendadak berhenti di satu titik, diam di satu ruang yang semula paling sering ditinggalkan.  Rumah.  Orang-orang yang semula banyak nongkrong, menyela kesibukan dengan bersenang-senang bersama kawan mendadak pendiam, menyendiri, hati-hati, menghindari kehidupan sosial, menjadi sensitif, serta menetapkan standar hidup yang tinggi dalam kebersihan dan kerapian.  Betapa melankolik.

Ah, kalau tak ada wabah, kita masih sibuk menjelajah.  Kalau tak ada covid-19, kita masih bebas beraktivitas.  Pandemi sepertinya membunuh kreativitas.  Mendadak harus bekerja dari rumah.  Daster jadi pilihan, no kongkow, no dolan!

Aktivitas di luar sudah sangat di batasi, masih harus belajar demi mengajari si buah hati.  Berat bukan main jadi ibu zaman sekarang.  Dulu saat sekolah, pelajaran belum begitu paham sudah lupa duluan.  Sekarang terpaksa mencari referensi materi, belajar sana-sini biar PR anak teratasi.

Banyak yang memberi semangat.  Katanya emak-emak sekarang kian pintar.  Bagiku tidak.  Alih-alih banyak mengerti, kebanyakan informasi lewat dan hilang tanpa disadari.  Tahu sekilas tak membuatku benar-benar bertambah ilmu.

Mesti ada strategi, nih!

Strategi atasi pandemi

Aku tak bisa berdiam diri dan menyerah.  Harus belajar dari keadaan.  Ini yang kurencanakan:

1. Damai Dalam Badai
  Corona dengan karakternya yang menyebar dengan dahsyat, tak urung telah mencerabut rasa damai.  Sebagai gantinya tersemai rasa takut dalam jiwaku.  Perasaan resah yang melimpah memberi warna perilaku sehari-hari.

Maka, aku harus berdamai.  Doa menjadi benteng terakhir, yang mampu mebangun kedamaian sebadai apapun masalah yang kita hadapi.  Ketika ikhtiar sudah kita lakukan, doa adalah sebentuk kepasrahan kepada Tuhan.  Karena segala sesuatu yang terjadi hanyalah atas kehendak Yang Maha Kuasa

2. Rumah Sebagai Ladang Ibadah
  Jangan sampai aktivitas di rumah membunuh kreativitas.  Anak-anak yang belum bisa merenungi kejadian demi kejadian jadi tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk memberi mereka pemahaman.  Inilah saatnya.

Kita edukasi anak-anak untuk menjadikan rumah sarana belajar yang indah.  Untuk itu, ciptakan suasana menyenangkan.  Agar niat kita kesampaian, kita dulu yang meyakinkan diri bahwa rumah bisa menjadi ladang ibadah.  Kalau perasaan kita sudah ikhlas, semoga anak-anak mudah menerimanya.

Kejenuhan pasti ada.  Aktivitas menarik bisa dikembangkan bersama.  Kita akan saling belajar, bukan menggurui mereka.

3. Atur Jadwal
  Ini nih yang terpenting.  Pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, masih ditambah mendampingi anak belajar.  Kita harus atur jadwal.  Salah satunya ya bikin jurnal harian.
4. Ikuti Webinar Online
  Belajar online untuk mengembangkan diri jadi pilihan.  Bisa belajar parenting, menulis, atau ikuti les online untuk anak.

 Penutup

Tidak ada aturan khusus untuk membuat jurnal harian.  Bentuk dan jenisnya bermacam-macam.  Kita bisa menulis secara digital maupun manual di buku harian.  Banyak juga yang membuat bullet jurnal.  Menggunakan binder khusus dan menghiasnya sesuai tema yang diinginkan, membuat tabel-tabel rencana dan masih banyak lainnya.  Pada intinya, jurnal harian adalah menulis untuk menerapi diri.

 

Comment