Mengenal Silsilah Nabi Muhammad Shalatu ‘Alaihi wa Salam

Jurnal Bebas87 Views

Penting untuk mengetahui silsilah Rasulullah ‘Alaihi Shalatu wa Salam.  Kita akan tahu, dari gen seperti apa Nabi Muhammad yang Mulia ini.  Lahir dari pasangan Abdullah dan Aminah, secara ringkas, silsilah beliau adalah sebagai berikut:

1. GARI KETURUNAN IBU

KILAB – ZUHRAH – ABDI MANAF – WAHB – AMINAH

2. GARIS KETURUNAN AYAH

KILAB – QUSHAY – ABDU MANAF – HASYIM – ABDUL MUTHTHALIB – ABDULLAH

Dari bagan di atas, dapat diketahui bahwa ayahanda dan ibunda Nabi berasal dari satu garis keturunan yaitu Kilab.  Jadi, Kilab adalah kakek kelima Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dari garis keturunan ayahanda.  Dan kakek keempat dari garis keturunan ibu.

Mari kita lihat bersama, seberapa istimewa kedudukan garis keturunan tersebut sehingga Allah memilih Abdullah dan Aminah untuk diamanahi seorang Nabi.

  1. Qushay

Kiprah kakek Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam ini antara lain:

  • Beliau adalah orang pertama dari kabilah Quraisy yang diberi wewenang mengurus Ka’bah
  • Membawa kaum Quraisy ke kota Makkah
  • Merintis As-Siqayah (air segar dari person kurma, madu, kismis, dan lainnya) serta Ar-Rifadah (makanan yang diperuntukkan bagi orang yang menunaikan haji)
  • Membangun Darun-Nadwah (tempat pertemuan kau Quraisy dan markas gerakan kemasyarakatan;
  • Seorang pemimpin kaum yang dihormati
  1. Hasyim yang memiliki nama asli, ‘Amr.

Keluarga Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Salam dikenal sebagai keluarga Hasyimiyah.  Beliau mengikuti jejak Qushay, diantaranya:

  • Mewarisi As-Siqayah dan Ar-Rifadah;
  • Beliau adalah koki dengan resep roti dan daging yang dibuat menjadi tsarid. Kemudian orang-orang disilakan menikmatinya;
  • Memelopori rute dagang dua musim. Musim dingin menuju Yaman dan musim panas menyuju Syam;
  • Mendapat julukan Sayyidul Bathha (pemimpin padang pasir).
  1. Abdul Muththalib yang memiliki nama asli Syaibah.

Syaibah adalah anak dari Hasyim.  Lahir di Madinah, dari seorang ibu bernama Salma.  Ditinggal dagang oleh ayahnya sejak dalam kandungan.  Hasyim meninggal dalam perjalanan dagangnya, sehingga jadilah Syaibah yatim.

Pada usia sekitar tujuh tahun, saudara laki-laki Hasyim, Muththalib mengetahui keberadaanya.  Syaibah dibawa ke Makkah.  Orang-orang mengira ia ia budah Muththalib.  Ia dikenal dengan Abdul Muththalib.

Lalu, kemuliaan apa saja yang Allah Azza wa Jalla anugerahkan pada putra Hasyim ini?

  • Ia adalah sosok yang gagah, elok dan tinggi derajatnya;
  • Pemimpin Quraisy dan pemilik kafilah dagang di Mekkah
  • Mendapat julukan Al-Fayyad karena kedermawanannya. Ia sering memberi makan orang-orang miskin, binatang liar, dan burung-burung;
  • Didapuk menggali kembali sumur Zam-zam setelah ditimbun suku Jurhum;
  • Pada masanya terjadi peristiwa serangan tentara bergajah untuk menghancurkan Ka’bah. Allah menolongnya dengan mengirimkan pasukan burung yang melempari batu pada mereka sehingga penyerang dapat dikalahkan;
  1. Abdullah, putra terbaik Abdul-Muththalib.

Ia dikenal sebagai Adz-Dzabih (Anak yang terkena undian untuk disembelih).  Bagaimana mungkin?  Akan saya sampaikan kronologisnya:

  • Abdul Muththalib diperintah menggali sumur Zam-zam kembali dan mulai ada tanda-tanda air memancar;
  • Orang-orang Quraisy datang dan berselisih;
  • Abdul Muththalib bernazar: jika Allah menganugerahi dirinya sepuluh orang anak laki-laki dan mereka telah mencapai usia untuk bisa melindungi diri, maka ia akan menyembelih salah satu di antara mereka;
  • Anak Abdul Muththalib telah lengkap 10;
  • Dilakukan undian diantara 10 anak dan muncullah nama Abdullah;
  • Abdullah dibawa ke Ka’bah hendak disembelih;
  • Paman-paman Abdullah dari suku Quraisy mencegahnya hingga ia menbus nazarnya dengan 100 ekor unta;

Dari kisah tersebut, maka Nabi Muhammad ‘Alaihi Shalatu wa Sallam adalah putra dari dua orang sesembelihan dan tebusan:

  • Ismail ‘Alaihi Salam yang ditebus seekor kambing;
  • Abdullah yang ditebus 100 ekor unta.

Abdullah dinikahkan dengan Aminah bintu Wahb (pemimpin Bani Zuhrah).  Sebelum kelahiran Nabi Muhammad, Abdullah meninggal dalam perjalanan dagangnya ke Madinah atau ke Syam.

 

Sumber:

Al-Mubarakfurry, Shafiyyur-Rahman. (2007). Sirah Nabawiyyah, Taman Cahaya di Atas Cahaya Perjalanan Hidup Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Salam.  Tegal.  Ash-Shaf Media.

Comment