by

Menolak Lupa Lewat Tulisan

Kita bukan pahlawan, bukan tokoh penting, hidup kita tak pernah terlibat perbincangan berskala nasional.  Namun kita punya kisah masing-masing.  Sesekali kita merasa bahwa perjalanan hidup kita terlampau roman untuk dilewatkan.  Terlalu dramatis untuk dikikis.  Terlalu berat untuk begitu saja dilupakankan.

Ada hal-hal unik, inspiratif yang dapat kita bagi.  Ada pengalaman menyenangkan untuk bisa membuat orang lain tersenyum.  Bagaimanapun, kita adalah satu titik dari semesta dunia.  Maka kita adalah unsur atom dari perjalanan sejarah manusia.  Tak ingin kisah kita terlupa, maka menulislah.

Mengukir sejarah diri

Beberapa orang mendeskripsikan dirinya pada dunia melalui biografi atau auto biografi.  Jenis tulisan komplek yang menggambarkan kehidupan seseorang dari lahir hingga tiada, minimal hingga saat usia sekarang.

Yang lainnya mengambil satu perspektif dari kehidupan, menelisik satu peristiwa, menulisnya untuk dikisahkan pada dunia melalui buku fiksi maupun non fiksi.

Biografi, autobiografi, serta buku adalah salah satu cara berbagi apa yang seseorang miliki.  Kenangan atau pengalaman yang mereka miliki bisa jadi menginspirasi banyak orang.  Riwayat hidup, pandangan, metode memecahkan masalah, atau hal-hal besar lainnya yang bisa dipetik pelajaran.

Namun, tak banyak orang yang memiliki kesempatan menulis dengan teknik yang benar, dengan kalimat-kalimat yang tertata sekaligus menerbitkannya menjadi buku.

Ada cara lebih sederhana mengabadikan peristiwa yang dialami tanpa harus memikirkan teknik khusus, tata bahasa maupun jenis-jenis tulisan.   Membuat catatan harian.  Menulis buku harian, seperti kita tengah mengukir sejarah.  Minimal sejarah kita sendiri.

Kita bisa menengok sejarah, mengenal sosok-sosok yang berbagi melalui catatan harian mereka.

Gie_Catatan Harian Demonstran

Soe Hok Gie adalah sosok idealisme, mahasiswa kritis yang gemar menyuarakan kebenaran, mengungkapkan ketidakadilan orde lama melalui tulisan-tulisan di koran.  Sikapnya bukan hanya ditentang, bahkan beberapa teman menjauhinya.

Keteguhannya membuat banyak orang terinspirasi.  Itu kenapa, tulisan-tulisan Gie di kolom koran maupun catatan harian dikumpulkan dan dibukukan.  Tak hanya itu, peristiwa yang Gie alami dijadikan film yang wajib ditonton.  Ini bukan saja tentang mengenang Gie, tapi menumbuhkan nasionalisme dengan belajar dari peristiwa sejarah.

Buku Harian Anne Frank

Ia adalah seorang Yahudi korban Holocaust yang mencatatan peristiwa pada masa Perand Dunia II.  Ia mengisahkan pengalamannya bersembunyi ketika Jerman menduduki Belanda.  Bukunya ditemukan kemudian diterbitkan menjadi buku.

Masih banyak lagi catatan-catatan yang menginspirasi.  Mungkin tidak hari ini, tapi suatu waktu nanti.

Kenapa catatan harian?

Berapa banyak peristiwa yang kita alami dalam sehari, seminggu, sebulan?  Apakah kita dapat mengingatnya dengan baik?

Dalam sehari, ada ribuan informasi positif maupun negatif yang masuk ke otak kita baik disadari maupun tidak.  Sayangnya, otak kita hanya mampu mengolah, memilih informasi yang kita sukai sementara yang lainnya hanya lewat dan tersimpan di alam bawah sadar.  Jika dibiarkan, informasi ini akan mengendap dan sewaktu-waktu bisa muncul dalam bentuk yang mungkin tidak kita inginkan.

Itu baru sehari.  Dalam hitungan pekan, bulan, tahun, abad, beberapa peristiwa masih bisa kita kenang.  Khususnya peristiwa yang berkesan.  Tapi otak kita punya keterbatasan.  Ingatan kita mungkin tak lengkap.  Itu mengapa menuliskan kisah harian kita menjadi penting.

Apa saja yang bisa ditulis?

Catatan harian tak wajib diisi dengan kemenangan, prestasi, atau momen saat mendapat penghargaan.  Lembaran-lembaran kertas akan bersedia jika ditulisi kesedihan, sesuatu yang jauh dari peristiwa kemenangan atau perayaan.  Apapun pikiran yang ingin kau tuangkan, seindah apapun mimpi yang ingin kamu tuliskan, semenakutkan apapun kisah yang ingin kamu bagi, sedongkol apapun perasaan yang ingin kamu curahkan, kertas tak pernah protes.

Kamu boleh menulis apapun, kejadian sehari-hari, resep masakan dan cara memasaknya, atau hal-hal penting yang terjadi di sekelilingmu.  Apapun itu.  Kita bisa ambil secuil dari rutinitas kita.

Tak perlu berpikir bahwa menulis harus hal-hal besar, ilmu pengetahuan, atau jurnal-jurnal yang bisa mempengaruhi kehidupan khalayak.  Tuliskan saja tanpa berpikir, apa yang kamu alami, lihat, dengar, dan rasakan.  Menulis adalah tentang merekam jejak, menangkap makna dari suatu peristiwa lalu menguraikannya dalam bentuk tulisan.

Manfaaat Menulis

Suatu hari, catatan harian kita mungkin bermanfaat.  Bukan semata tentang hal-hal besar seperti menjadi bagian dari penelitian sejarah, menjadi catatan yang dapat mengubah dunia, atau menjadi bagian berharga dari misi penyelamatan orang.

Berikut saya ceritakan manfaat menulis buku harian:

Tulisan adalah panggung kata-kata.  Tempat ide, kreativitas, mimpi, perasaan dan lainnya tereksplorasi.  Sebagai panggung, kata-kata yang mengekspresikan diri seutuhnya seolah terbebas dan tidak lagi membebani.  Dengan kata lain, menulis membebaskan jiwa dan pikiranmu.

Menulis keseharian atau hal-hal penting lainnya adalah upaya menolak lupa.

Peristiwa adalah bahan renungan.  Kesendirian adalah ruang perenungan itu sendiri atas banyak peristiwa, pengalaman, kenangan masa lalu atau apapun yang ada di sekitar kita.  Sedang tulisan adalah cara menuangkan apa yang telah kita resapi.  Bahan perenungan yang sama bisa jadi menelurkan tulisan yang berbeda.  Karena setiap orang memiliki perspektif yang berbeda.

Menulis adalah cara berbagi sesuatu yang kita ‘miliki’.  Syukur jika tulisan kita menginspirasi orang lain.  Setidaknya saat kita lupa sesuatu, kita bisa membuka dan membacanya kembali.

 

 

Comment