by

MINDSET YANG HARUS DIMILIKI PENULIS

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.  Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”_Pramoedya Ananta Toer.

Saya rasa, ucapan Pak Pram bukan hanya membakar semangat lalu mendorong jiwa raga untuk menulis.  Beliau menyampaikan bahwa menulis itu lebih dari hidup.  Menulis adalah bekerja untuk keabadian.  Tuhan boleh saja memanggil hambanya, namun gagasan yang tertuang dalam tulisan akan abadi. 

Kita lihat para perawi hadits, penulis buku-buku filosofi, sains, dan pengetahuan lainnya juga karya-karya sastra banyak yang telah menghadap Yang Maha Kuasa.  Namun apa yang mereka tulis masih dibaca, dikaji, dijadikan referensi pengambilan keputusan dan diamalkan hingga kini.  Bayangkan jika mereka tak menulis.  Pada kasus lain, coba pikirkan, jika mereka menulis asal.  Berapa kerusakan yang akan terjadi?

Alasan di atas hanya bernilai satu hal.  Menulis itu penting!  Tak semata demi eksistensi diri, namun nilai kebermanfaatannya bagi manusia.   Nilai ini yang membuat pekerjaan menulis membutuhkan dedikasi tinggi.  Itu kenapa, hal mendasar yang diperlukan penulis adalah mindset. 

Apa itu mindset?

Mindset merupakan kombinasi unik antara keyakinan dan akumulasi cara berpikir yang menentukan sikap dan perilaku.  Dalam menjalani hidupnya, manusia mengalami banyak kejadian, menemui beribu permasalahan, mendapatkan pendidikan di lembaga tertentu, melakukan pergaulan dalam masyarakat atau komunitas tertentu, serta menerima informasi yang menggunung di jiwa dan pikirannya. 

Pada fase-fase tersebut terjadi proses berpikir untuk menyelesaikan setiap permasalahan.  Hal tersebut terjadi berulang-ulang yang akhirnya terakumulasi potongan-potongan informasi dan pengetahuan.   Ketika pola ini bergabung dengan keyakinan yang kita miliki, terciptalah sebuah mindset.  Mindset ini menjadi dasar tindakan seseorang dalam menjalani hidupnya serta menjadi metode kreatif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dalam hidup.   

Macam-macam Mindset

Mindset menjadi metode setiap orang untuk mengambil keputusan.  Itu kenapa mindset sangat berpengerauh terhadap sikap dan perilaku seseorang.  Sesuai dengan apa yang membentuknya, ada orang yang memiliki pola pikir bertumbuh, ada yang menerapkan pola pikir tetap, atau lebih dari sekadar bertumbuh namun bermanfaat bagi sesama.

Pola pikir atau mindset bertumbuh biasa disebut growth.  Orang dengan pola pikir ini memiliki ciri optimism tinggi.  Selalu mengatakan ”Saya dapat belajar apapun!”  Maka ia akan menantang diri mencoba hal-hal baru karena tak mudah berpuas diri.  Memandang orang yang lebih sukses dari dirinya sebagai motivator dan inspirator untuk bekerja lebih keras lagi. 

Orang dengan pola pikir tetap atau fixed memiliki ciri sebaliknya dibanding pola pikir growth.  Orang seperti ini sudah terlalu yakin dengan keahlian yang dimiliki saat ini serta enggan menyadari bahwa dunia terus berkembang.  Merasa cukup dan berbangga diri atas pencapaian saat ini sehingga hal-hal baru dirasa hanya buang-buang biaya, tenaga, dan waktu.  Melihat orang sukses dengan perasaan iri alih-alih terilhami. 

Yang terakhir adalah pola pikir kebermanfaatan.  Jika pola pikir bertumbuh mengarah pada eksistensi diri, pada pola pikir terakhir sudah mempertimbangkan bahwa pengembangan dirinya diharapkan bermanfaat bagi kehidupan yang lebih luas. 

Mindset Penulis

Di atas telah disinggung mengenai pentingnya menulis.  Bahwa menulis bukan pekerjaan sembarangan yang boleh dilakukan main-main saja.  Artinya, dibutuhkan pondasi yang kuat.  Inilah yang disebut mindset.  Pola berpikir seorang penulis akan memengaruhi tulisannya.  Ini juga masuk ke dalam unsur ekstrinsik cerita yaitu latar belakang penulis.  Sikap dan perilaku penulis akan menjadi corak tulisan serta keberhasilannya dalam karir kepenulisan. 

Berikut mindset yang seyogyanya dimiliki seorang penulis:

  1. Merasa diri bodoh.  Sehingga terpacu untuk mengembangkan diri dengan mengasah kemampuan, terus mencari ilmu, mengembangkan diri, menantang diri, dan belajar dari apapun serta siapapun;
  2. Menetapkan tujuan.  Ini yang menjadi alasan seroang penulis bertahan seberat apapun rintangan yang dihadapi.  Dengan tujuan yang jelas, penulis akan berusaha memenej waktu dan tenaga;
  3. Keyakinan bahwa ia seorang penulis.  Keyakinan ini akan memberi kepercayaan diri dalam menulis.  Tak perlu menilai tulisan sendiri bagus atau tidak.  Tugas penulis adalah menulis atau menyajikan ide yang telah dituangkan dalam bentuk tulisan;
  4. Terbuka.  Penulis tak bisa hidup sendiri.  Maka sikap terbuka akan membuka pandangan, wawasan, relasi dengan banyak orang, serta kritik dan saran serta dapat mengendalikan emosi;
  5. Manfaat.  Inilah nilai sebuah tulisan yang tertinggi.  Bermanfaat untuk orang lain meski tulisan dibuat dalam bentuk fiksi atau non fiksi;

Penutup

Pola pikir atau mindset dibentuk dari banyak unsur dalam kehidupan seseorang.  Mindset ini menjadi metode dalam menjalani kehidupan sehari-hari.  Oleh karenanya, mindset mampu membentuk diri dan membentuk dunia.

Bagi penulis, mindset memberikan arah, menentukan sikap dan perilaku penulis yang akan teraplikasi dalam tulisan-tulisannya.  Dengan kata lain, mindset menentukan keberhasilan seorang penulis.

Comment