Resensi Buku The Joy Of Missing Out

Review Buku367 Views

Resensi buku The Joy of Missing Out karya Tanya Dalton berisi tentang seni menjalani hidup tanpa rasa panik.  Pembaca diajak melakukan hal-hal yang benar-benar penting dari sekadar sibuk.  Dengan prinsip Live more by doing less.

 

Identitas Buku

Judul Buku                             :    The Joy Of Missing Out: Seni Menjalani Hidup Tanpa Rasa Panik

Judul Asli                                :    The Joy Of Missing Out: Live More by Doing Less

Penulis                                    :    Tanya Dalton

Penerbit                                 :    Bentang Pustaka

Tahun Terbit                          :    2021

Tebal Buku                             :    264 halaman

 

Resensi

The Joy Of Missing Out (JOMO) merupakan buku panduan menemukan visi dan misi hidup.  Ditulis oleh Tanya Dalton, CEO dan pakar produktivitas pendiri inkwell Press Productivity Co. Tanya Dalton membantu para wanita memahami prioritas dalam hidup serta mendorong setiap wanita untuk produktif mengejar apa yang benar-benar diinginkan bukan asal sibuk lantaran melakukan banyak hal hanya agar dianggap penting.  Sehingga wanita mulai berpikir takut kehilangan banyak aktivitas, banyak momen secara random.

Merasa takut kehilangan banyak hal mengantar kita pada keserakahan.  Hidup hanya akan terpenjara oleh sibuk tanpa jeda untuk dianggap penting.  Padahal waktu kita hanya 24 jam sehari.  Dengan banyaknya daftar tugas, keinginan, dan harapan, yang ingin kita tunaikan, alih-alih lebih produktif, kita semakin kerepotan.  Akhirnya kehilangan momen untuk berfokus pada hal-hal yang benar-benar penting.  Jangan heran jika suatu saat kita merasa kehilangan diri sendiri.  Ini bencana besar.

Buku yang sarat nutrisi ini memberi suntikan pemahaman untuk mendekonstruksi pola pikir kita selama ini dengan mempertanyakan mitos-mitos yang telah mandarah daging. Apakah kita benar-benar harus sibuk?  Apakah sibuk meningkatkan harga diri?  Apakah sibuk membuat kita merasa penting?  Itukah yang sungguh-sungguh kita inginkan?  Bagaimana jika akhirnya kesibukan, dianggap penting, justru membuat kita jadi orang lain?

Joy Of Missing Out karya Tanya Dalton adalah sebuah kontradiksi.  Di tengah hiruk pikuk dunia yang dibanjiri informasi, hidup yang dipenuhi banyak tuntutan dan membebankan segalanya pada kita, kita diminta mengambil jeda.  Di tengah kesibukan memenuhi diri dengan banyak kemampuan dan pemahaman agar tidak tertinggal, kita diminta berhenti sejenak.  Di saat kita melaju mengejar banyak predikat agar dianggap berpikiran modern dan maju, Tanya Dalton bertanya.  Apakah sungguh-sunggu penting mengengalikan segala hal di dunia ini?

Buku ini hadir sebagai rem.  Membawa kita pergi untuk Kembali, melepas untuk mendapatkan, serta melakukan sedikit untuk memperoleh produktivitas.  Melalui empat langkah yang dijelaskan secara detail, kita diajak berfokus untuk memilih.  Kita diajak memilih untuk mengutamakan prioritas.  Dimana prioritas itu adalah hal yang benar-benar kita inginkan dan penting untuk hidup kita.

Empat langkah efektif untuk menjadi wanita produktif

The Joy Of Missing Out menjabarkan cara menjadi produktif dalam empat langkah yang saling bertautan:

  1. Memahami konsep diri serta membentuk pola pikir yang tepat dengan mematahkan mitos-mitos yang keliru dalam hidup. Mitos-mitos inilah yang sering mengekang kita dari berpikir bebas dan melakukan sesuatu yang benar;
  2. Menemukan kejelasan mengenai apa yang seharusnya kita lakukan sehingga tidak boros fokus, energi, dan waktu;
  3. Membentuk system yang kuat dalam kehidupan diri sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya dan meringkas struktur. Hasilnya akan lebih produktif;
  4. Mengharmonikan hidup dengan memadukan langkah-langkah sebelumnya.

 

Keunggulan Buku

Membaca teks tertulis namun merasa diajak diskusi langsung oleh sang penulis adalah salah satu keunggulan buku ini.  Tanya Dalton, dengan piawai membuat pembaca terjaga baik fisik maupun psikis.  secara perlahan memandu pembaca untuk menoleh, bahkan mengorek segenap pemikiran, perasaan.  Apakah ini yang benar-benar kita inginkan?

Menyusuri kalimat demi kalimat yang menggelitik pikiran dan perasaan.  Buku ini ditulis dengan gaya bertutur yang halus namun tajam.  Cukup mudah dipahami.  Namun tentu saja, disarankan membaca lebih dari satu kali untuk dapat memahami secara menyeluruh.  Sehingga bukan hanya tersentuh usai membaca.  Yang diharapkan setelah merenungi adalah terjadinya perubahan.

Selain itu, secara fisik, buku ini enak dinikmati.  Tidak saya temukan kesalahan cetak.  Buku ini dilengkapi infografis yang memudahkan pemahaman pembaca.

Kelemahan Buku

Tanya Dalton memang berbicara tentang manusia, khususnya Wanita secara umum.  Pemikirannya yang brilian tentu memengaruhi banyak Wanita di dunia.  Bagaimana kita memilih hal-hal yang memang seharusnya dilakukan bukan karena sanjungan atau embel-embel lainnya.  Wawasan para Wanita tengah dibuka.  Namun demikian, untuk menjadi Bahagia, untuk berfokus pada hal-hal yang kita inginkan tapi terkendala, untuk lepas dari penjara lalu berpikiran bebas dan melakukan sesuai yang kita inginkan bukanlah hal mudah.

Banyak faktor yang memengaruhi perilaku manusia.  Topografi, budaya, pola pikir, dan masih banyak lainnya.  Buku ini hanya berbicara secara umum.  Belum menyentuh detail tentang wanita di belahan dunia tertentu yang hidup tanpa pilihan.

 

Penutup

Buku ini menjadi bahan renungan bagi siapapun, khususnya para wanita.  Bukan sibuk yang lebih utama, namun produktif menekuni satu bidang saja membuat kita lebih berharga.  Fokus pada satu hal, membuat kita bisa melakukan yang terbaik untuk banyak orang.  Daripada melakukan banyak hal tanpa menguasai satupun.  Ingat, dianggap penting, bukan berarti kita benar-benar penting.

 

 

Comment