Sudut Pandang Orang Kedua dalam Cerpen dan Novel

Pengertian Sudut Pandang orang kedua dalam Menulis Cerpen atau Novel

Sedang menulis cerita pendek atau novel? dalam menulis cerita atau kisah fiksi, tidak bisa asal saja. Melainkan harus ada aturannya. Salah satunya penggunaan sudut pandang (PoV) dalam bercerita.

Point Of View ini ada banyak. Sudut pandang orang pertama dalam fiksi biasanya menggunakan “aku” sedangkan orang kedua menggunakan “ia”

Lalu apa bedanya dan pengertianya lengkapnya sih? dalam ulasan kali ini kalian akan diberikan ilmu cara menulis dengan sudut pandang orang kedua. Mari kita simak.

Baca juga: Cara Asyik Menulis Cerpen Anak

Sudut Pandang Orang Kedua: Begini Pengertiannya

Di sini penulis bertindak sebagai “pencerita” sehingga ia menarasaikan dengan penggunaan “kamu,” atau “Anda”

Penggunaan sudut pandang orang kedua dalam menulis fiksi sangat populer. Bahkan banyak novel best seller menggunakan ini sebagai sudut pandang dalam ceritanya.

Meski ada yang menggunakan “kamu” “Anda” tapi penggunaan sudut pandang orang ketiga lebih populer. Biasanya sudut pandang orang kedua ini, dipakai dalam kisah yang bergenre teenlit.

Memang efeknya sangat bagus. Pembaca seakan-akan sedang berhadapan langsung dengan penceritanya.

“Jika menggunakan sudut pandang orang kedua, pembaca diperlakukan seolah pelaku. Sehingga mereka merasa dekat dengan konflik dalam kisah tersebut. Namun penulis harus konsisten dalam bercerita. Karena inilah kuncinya.”

Keberhasilan dalam penggunaan sudut pandang ini dipengaruhi seberapa paham penulis dengan jalan cerita kisah yang dirangkai.

Namun di sisi lain, menggunakan sudut pandang ini justru memudahkan untuk merangkai cerita. Karena, ibarat sedang ngobrol tentang masalah pribadinya dengan beberapa orang sekaligus.

Berbeda dengan penggunaan sudut pandang orang pertama, ketika penulis harus bercerita tentang dirinya sendiri sebab menggunakan “aku.”

Contoh Penggunaan Sudut Pandang Orang Kedua

Melengkapi artikel ini, kami akan hadirkan contoh penggunaan sudut pandang orang pertama dalam sebuah cerita.

 

Judul: Malam

Kamu harus sabar dengan semua kisah ini. Meski endingnya tidak seperti yang diharapkan, tentu ada kisah di balik hikmah. Dan itu akan selalu ada.

Sebuah cerita akan selalu menemui akhir. Jadi, tetaplah semangat dalam menjalani hidup ini. Jangan hanya karena sesalmu, lalu masa depan henti kauukir.

Kini, setelah kepergian lelaki paling berharga dalam kehidupanmu, kekasih satu-satunya pun minggat entah ke mana. 

Comment