Tiga Langkah Praktis Menyusun Sinopsis

Puisi243 Views

Menulis sinopsis seperti sedang menceritakan novel ratusan halaman dalam waktu tak kurang dari lima menit.  Ada tiga langkah praktis menyusun sinopsis yang akan saya bagikan.  Hal ini penting bagi novelis karena dapat memandu menguraikan ide menjadi cerita.

Tak ada standar khusus mengenai panjang pendeknya sinopsis.  Pada umumnya, cukup satu sampai tiga halaman saja.  Karenanya hindari gaya bahasa bertele-tele.  Tuliskan saja hal penting yang menggambarkan isi novel secara padat dan runtut.

Pengertian Sinopsis

Sinopsis merupakan versi singkat naskah yang memuat unsur intrinsik novel.  Diantaranya, karakter atau penokohan, latar, konflik-konflik yang terbangun, sudut pandang yang digunakan serta alur novel.

Alur novel ditulis runut untuk mempermudah pemahaman pembaca.  Di dalam sinopsis juga disampaikan konflik-konflik secara jelas dan tegas namun tetap menarik dan memancing sisi emosional pembaca.

Karakter utama disampaikan untuk menunjukkan detail penting.  Penjelasan karakter utama pada sinopsis membantu editor atau juri memahami dan mengetahui keunikan tokoh utama.

Unsur lainnya, seperti karakter disampaikan secara ringkas namun memberi gambaran penokohan yang kuat.  Latar dan sudut pandang juga dijelaskan di dalamnya.  Tak perlu panjang lebar apalagi dengan bahasa mendayu-dayu namun mampu mrepresentasikan keseluruhan kisah dalam novel.

Tiga Langkah Praktis Menyusun Sinopsis

Sinopsis membantu penulis memahami keseluruhan cerita.   Karenanya perlu diperhatikan novelis.  Meski sifatnya tidak mutlak, karena setiap penulis memiliki gaya masing-masing dalam menyusun sebuah naskah, saya pikir ini tetap penting.

  1. Sajikan sinopsis secara kronologis.

 

Meskipun pada prakteknya novel bisa saja dikemas dengan alur mundur atau flash back, menulis secara urutan waktu akan membantu penulis memahami keseluruhan cerita, sebab akibat, juga konflik yang terbangun.  Selain itu, penulisan secara kronologi akan mempermudah penulis menyajikan plot-plot cerita.

 

  1. Tulis secara ringkas, namun jangan lekas-lekas

 

Tak perlu buru-buru menulis sinopsis tapi macet di tengah jalan, bingung memikirkan alur, bahkan pusing mengakhiri cerita.  Di awal, segala unsur intrinsik novel telah ditulis secara lengkap.  Dari memikirkan tema, menentukan premis yang akan dikembangkan menjadi cerita, gambaran tokoh, setting, masalah yang dihadapi tokoh serta kemungkinan penyelesaian, alur dan sudut pandang cerita.  Hal yang demikian mestinya dikuasai terlebih dahulu.  Dipikirkan masak-masak, direnungkan setelah melalui riset baik studi pustaka maupun turun langsung ke lapangan.  Tak perlu 100% paham, minimal 80% tersimpan di kepala, baru dituangkan dalam bentuk sinopsis.

 

  1. Tulis secara tegas, padat, namun mencakup semua.

 

Hindari penggunaan gaya bahasa, penjelasan detail dan lengkap, serta menambahkan percakapan karena sinopsis hanya gambaran singkat.  Tulis saja secara ringkas, menarik, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan pemikiran ganda.  Jangan lupa, tuliskan pesan cerita.  Atau, tujuan kita menulis novel tersebut.   Penting juga disampaikan mengapa novel tersebut dibuat, manfaatnya bagi publik atau alasan mengapa novel tersebut layak dibaca nantinya.

 

Kesimpulan

Sinopsis dibuat secara ringkas dan kronologis.  Memuat gagasan-gagasan pokok dari keseluruhan cerita tanpa menyertakan percakapan dan penjelasan bertele-tele.  Di dalamnya terdapat unsur instrinsik novel.

Ketika kita menguasai materi, bahan novel melalui riset lengkap, gambaran utuh cerita, maka menulis sinopsis hanya menuangkan garis besar ide saja.  Selebihnya tinggal mengembangkannya menjadi novel.

 

Penutup

Sinopsis novel bisa dikatakan sebagai proposal novel baik untuk diri sendiri maupun pihak lain.   seperti panitia lomba atau penerbit yang akan kita kirimi naskah tersebut.  Sebagai gambaran singkat, sinopsis dapat disusun dalam tiga langkah

Comment